Monday, 17 February 2014

Criptochihidism Pada Kucing Anjing

Pada keadaan normal testis (buah zakar) anjing atau kucing turun ke kantung zakarnya 2 bulan setelah dilahirkan atau paling lambat pada umur 4 bulan. Apabila pada saatnya belum teraba testis atau hanya teraba salah satu buah zakar saja di kantung zakar (skrotum) maka berarti anjing atau kucing tersebut mengalami sebuah kondisi yang disebut cryptorchidism.
Pada anjing pada umur 12 minggu sudah dapat di periksa untuk memastikan mengalami cryptorchidism atau tidak. Kriptokismus atau criptorchidism  adalah suatu kondisi dimana testikel atau keduanya gagal turun kedalam scrotum. 
Pada kucing jantan yang ke dua testisnya tidak turun biasanya akan mengalami ganguan tingkah laku menjadi seperti kucing betina dan memiliki bau kencing yang tidak biasanya. Anjing atau kucing yang mengalami kondisi ini tetap mampu menghasilkan keturunan namun testis yang tidak turun ke scrotum ini memiliki kemungkinan sangat besar untuk bermutasi menjadi sel tumor bahkan menjadi kanker sampai mencapai 53%. 
Dalam keadaan normal, perkembangan pertama testis dimulai dari ginjal dan kemudian berpindah melalui canalis ingualis dan turun ke kantong scrotum pada waktu lahir hingga mencapai umur 6-8 bulan, kegagalan testis untuk turun inilah disebut dengan criptorchidismus, jika yang turun hanya satu disebut dengan monorchidismus.
Anjing yang mengalami kejadian ini sebaiknya tidak dikawinkan karena akan menurunkan kondisi ini pada turunannya. Testi yang tidak turun biasanya berada disalam daerah perut atau pada daerah ingual, pada kejadian yang terdeksi dini mungkin kondisi ini dapat di teraphy dengan hormon untuk meransang testis untuk turun dan sangat mahal harganya, saran terbaik adalah dengan tindakan operasi. 
Pengobatan
Operasi Pengangkatan adalah satu-satuna pengobatan untuk kondisi criptorchidism. bahkan dengan kondisi criptorchidism unilateral.  keduanya tetap harus diangkat untu mencegah torsio testis, operasi terkadang menjadi sulit terkadang kondisi criptochihidism sangat sulit untuk menemukan keberadaan testisnya




by. drh. Jeffry Wahyudi

No comments: